Definisi Hangover Tanpa Alkohol

Tuesday, October 20, 2020

Hangover adalah sesuatu yang buruk jika dikaitkan dengan alkohol. Definisi hangover sendiri adalah gejala yang muncul usai seseorang mengkonsumsi minuman keras. Biasanya gejala ini mencakup rasa pusing, mual dan mabuk yang bertahan dalam beberapa jam. 

Istilah ini kemudian diadaptasi oleh para pembaca buku menjadi book-hangover dimana seorang pembaca yang mengidap gejala ini akan sulit move on dari buku yang sudah dia baca. Namun, tidak hanya alkohol dan buku saja yang bisa menyebabkan seseorang terkena hangover. Tetapi juga film dan soundtrack lagu.

Saya masih ingat ketika tahun lalu menonton serial Turki yang berjudul Erkenci Kus dan hangover selama kurang lebih satu tahun. Bayangkan… satu tahun! Selama itu pula, saya kehilangan minat menonton film lain. Rasanya hanya serial Erkenci Kus yang paling bagus dan berkesan untuk saya. Dan ini adalah hangover terlama yang pernah saya alami. Bahkan lebih lama dari proses move-on masalah percintaan!

Tidak ada rasa bosan meskipun berulang kali saya melihat potongan film tersebut di Youtube atau mendengarkan soundtrack dan music-scorer-nya di handphone. Semuanya membuat saya bahagia. Sekaligus juga sedih dan muram di waktu yang bersamaan. Bahagia; karena merasakan ikatan emosional yang kuat dengan film tersebut. Dan sedih; karena saya sudah tamat menonton filmnya.  

Meskipun terkena hangover yang cukup parah, saya tidak pernah berhasil menonton ulang filmnya. Selain karena durasi tiap episode-nya yang mencapai kurun waktu 2 jam lebih, saya juga merasa tidak sanggup mengulang kembali bagian-bagian menyedihkan dari film tersebut. Padahal, salah satu tips yang cukup ampuh untuk meredakan hangover adalah dengan membicarakan atau menonton ulang keseluruhan filmnya sampai bosan. Tapi, bagaimana jika tidak bosan?

Jika tidak bosan, maka tips selanjutnya adalah….. menunggu.

Menunggu hingga perasaan hangover itu reda atau berhenti dengan sendirinya.

Seperti ketika perasaan itu akhirnya tergantikan ketika tanpa sengaja saya menonton review film India di Youtube.

Film itu berjudul Sanam Teri Kasam. Ini adalah film selanjutnya yang membuat saya hangover kembali setelah satu tahun terjebak dalam perasaan sulit move-on dari serial Turki.

Saya masih belum bisa melupakan ekspresi Inder yang muram itu; he didn’t even smile the whole film! Begitu juga dengan suara Saru yang sedih saat memelas meminta bantuannya, berikut dialog terakhir mereka saat Saru sedang sekarat di rumah sakit.

Saru: “Inder, kemarilah. Ucapkan selamat tinggal.”

Inder: “Tidak.”

Saru: “Bagaimana istrimu akan pergi jika kau tak mengijinkan?”

Inder: “Kau tak boleh pergi.”

Saru: "....... Ketika nanti waktumu, aku akan menjadi orang pertama yang menemuimu dengan henna di tanganku. Sekarang, ucapkanlah selamat tinggal."

Inder: “Kau tidak boleh pergi. Ini adalah doa orangtuamu. Bukankah itu yang kau bilang?”

Saru: “Tuhan telah menjawab doa mereka. Aku menemukanmu. Surat cinta dari Tuhan. Aku telah membaca surat cinta-Nya. Dan sekarang aku tidak takut untuk pergi.”

Selain lagu-lagunya, ini adalah part yang akan selalu menghantui diri saya. Dialognya cukup singkat dan sederhana. Tetapi, interpretasi akting pemerannya lah yang membuat dialognya hidup. Saya suka sekali film ini! Dan entah kapan hangover jilid 2 ini akan berakhir.

Film Yang Bikin Saya Move-On Dari Serial Turki

Saturday, October 3, 2020

Saat sedih, menangis bisa menjadi cara ampuh untuk melegakan hati. Namun, tidak semua orang bisa menangis hanya dengan merenung. Terkadang, sebagian orang melakukannya sambil mendengarkan lagu atau menonton film yang berakhir duka. Berbagai macam judul film pun bertebaran. Salah satunya adalah film sedih berjudul ‘Sanam Teri Kasam' yang baru saja saya tonton beberapa hari yang lalu. 

Ini adalah film bollywood pertama yang saya tonton atas keinginan saya sendiri. Bukan karena diajak teman, keluarga atau tetangga. Atau karena kebetulan sedang ditayangkan di stasiun televisi. Tapi, benar-benar saya mencarinya di internet atas inisiatif diri saya sendiri.  

Terakhir menonton film bollywood, kiranya bertahun-tahun yang lalu. Itu pun berjenis serial. Yang saya tonton pertama kali di episode 50 dan menyudahinya di episode 200 meskipun filmnya belum selesai.

Adapun film bollywood lain yang masih saya ingat alur ceritanya meskipun samar-samar hanyalah Three Idiots dan Tujh Mein Rabb Dikta Hai. Selain mereka, saya bahkan tidak ingat lagi judul filmnya.

Baiklah….

Adegan film Sanam Teri Kasam, dibuka dengan seorang pengacara yang berhasil memenangkan sebuah kasus besar sedang berjalan menuju mobilnya sambil dikerumuni wartawan. Pria itu lalu memasuki mobilnya dan menyetir seorang diri. Ketika pria tersebut sampai di rumahnya, dia kembali berjalan menuju ke sebuah pohon besar yang bunganya sedang berguguran dan berdiri tepat di bawahnya. Di pohon tersebut terukir nama ‘Saraswati Parihaar 1994 - 2015.’ 

*****

Saraswati (Saru) merupakan anak sulung keluarga Parthasaarthy. Adiknya bernama Kavery dan ayahnya adalah seorang pria berwatak keras yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Mereka tinggal di sebuah apartement. Di sisi lain, Kavery adik Saru ingin segera menikah. Namun, ayahnya menolak keinginan anaknya tersebut. Karena, pantang baginya untuk menikahkan Kavery terlebih dahulu sebelum Saru kakaknya menikah.

Suatu hari, ketika Saru dan ayahnya akan pergi bekerja, lift di apartement mereka rusak sehingga mereka berdua harus turun melewati tangga. Disanalah, kali pertama mereka melihat Inder Parihaar. Penghuni apartement bawah yang sedang bermesraan dengan pacarnya, Ruby.

Ayah Saru yang melihat kelakuan Inder pun merasa marah dengan mereka dan melaporkan keduanya pada petugas apartement. Dari situlah, ayah Saru mengetahui bahwa Inder adalah mantan narapidana kasus pembunuhan. Dan baru saja keluar dari penjara.

Siang harinya, Saru tanpa sengaja bertemu kembali dengan Inder di lift perpustakaan tempatnya bekerja. Saat itu, Saru sedang memakai kostum beruang dan baru saja menangis. Adegan selanjutnya beralih ketika Inder mengembalikan kepala kostum beruang milik Saru yang tertinggal di lift.

"Ini kepalamu.” Kata Inder pada Saru. 

Adegan berikutnya adalah kode-kode samar yang menyenangkan untuk ditonton. Sampai di sini, belum terlihat tanda-tanda akan datangnya kesedihan yang mendalam.

Cerita berlanjut ketika perjodohan Saru kembali gagal. Kavery marah pada kakaknya karena itu artinya ia pun belum bisa menikah dengan pacarnya. Kavery yang frustasi merencanakan untuk kawin lari tapi dicegah oleh Saru yang berjanji akan segera menikah.

Di tengah rasa tertekan dan bersalah karena terus-menerus dipojokan oleh sang adik yang ingin menikah, Saru akhirnya meminta bantuan Inder untuk diperkenalkan kepada Ruby. Namun, kedatangan Saru ke apartement Inder di malam hari malah menimbulkan kesalahpahaman yang mengakibatkan laki-laki itu terluka parah di punggung. 

Kesalahpahaman yang terjadi di apartement Inder berlanjut menjadi pengusiran. Ayah Saru yang baru pulang dari berpergian dan melihat Saru ada di sana menjadi murka dan berakhir dengan mengucapkan sumpah bahwa dia tidak lagi mengakui Saru sebagai anaknya. Sekaligus menganggap jika anaknya tersebut sudah tiada. Saru yang malang dibuang oleh keluarganya.

Dalam banyak kepercayaan, perkataan orangtua berarti dua hal. Antara doa atau kutukan.

Dan dari sinilah perjalanan mereka dimulai. 

Kisah cinta yang berbalut dengan kutukan.

Meskipun saya bukan penggemar film roman yang tak berakhir bahagia, tapi ada sesuatu yang berbeda tentang film ini. Sesuatu yang gelisah dan muram. Para pemainnya berhasil membangun chemistry mereka dengan sangat baik. Akhirnya, saya yang sudah setahun lebih gagal move-on dari serial Turki Erkenci Kus, merasa mendapatkan pencerahan untuk membuka hati kembali pada pengalaman baru saat menonton film ini. 

Satu hal yang paling sering saya perhatikan ketika menonton sebuah film adalah gesture pemainnya. Jika saya tidak suka gesture pemainnya pada pandangan pertama, biasanya saya jarang tamat menonton filmnya. Tapi tidak ketika menonton film ini. Sekilas melihat potongan filmnya di Youtube, keesokan harinya saya langsung niat mencari link filmnya di internet.

Inder dan Saru adalah pasangan yang membuat banyak manusia di dunia ini menjadi iri hati sekaligus juga bahagia dan sedih di waktu yang bersamaan. Mereka berbeda dalam segala hal namun hati mereka sama. Jiwa mereka nampak asing tetapi saling mengisi. Penampilan Inder yang dipenuhi tato dan jarang tersenyum tidak merubah sedikitpun definisi ‘that he is such a sweetheart.’

Di bawah ini saya akan membagikan trailer film ‘Sanam Teri Kasam.’ 

Dan, menurut saya film ini bagus.

Versi link: (Klik) Trailer: Sanam Teri Kasam

Tips Berbelanja Aman Lewat Instagram

Tuesday, September 22, 2020

Maraknya kasus penipuan yang dilakukan oleh online-shop abal-abal membuat para pembeli menjadi was-was. Apalagi, mayoritas korban penipuan adalah ibu-ibu dan anak remaja yang tergiur dengan harga murah yang ditawarkan oleh si penipu. Hal ini terjadi karena mereka kurang memperhatikan standar keamanan dalam bertransaksi. Standar keamanan dalam bertransaksi ini utamanya adalah jaminan dari pihak ketiga.

Pihak ketiga itu maksudnya adalah aplikasi legal dan trusted seperti: Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, Alibaba, Bookdepository, dll. Yang akan mengembalikan uang si pembeli  jika barang yang dipesan tidak sampai, rusak atau tidak sesuai.

Saya sendiri (meskipun cukup sering berbelanja online) sangat jarang membeli barang lewat online-shop yang tidak menggunakan jasa pihak ketiga yang bisa menjamin keamanan uang yang saya transfer. Kecuali, online-shop tersebut memiliki sejumlah ciri-ciri yang bisa meyakinkan saya bahwa mereka bukan penipu. Ciri-ciri ini akan sangat  bertolak belakang dengan ciri-ciri online-shop penipu. Bagaimana cara mengeceknya? Berikut adalah cara-caranya:

  • Jika kalian berbelanja lewat Instagram, cek apakah tokonya membuka akun online-shop yang terhubung dengan pihak ketiga seperti: Shopee, Lazada, Tokopedia, dll. Jika terhubung, maka lakukanlah pembayaran melalui aplikasi pihak ketiga tersebut agar uang kalian aman.
     
  • Jika setelah kalian cek ternyata online-shop tersebut tidak membuka akun di aplikasi pihak ketiga, dan pembayaran hanya bisa dilakukan dengan transfer langsung pada rekening si penjual, maka amati postingannya terlebih dahulu. Apakah kolom komentarnya dibatasi ataukah tidak. Jika dibatasi, maka mulailah curiga. Apalagi, jika tidak ada satupun komentar di dalamnya.

  • Setelah kalian mengamati postingannya dengan teliti, jangan langsung transfer. Amati juga kumpulan story yang mereka simpan (jika ada). Biasanya, story-story tersebut isinya adalah testimoni atau gambar-gambar produk yang dijual. Kalian harus semakin waspada jika melihat nama akun yang berada di bagian bawah kumpulan gambar story-gram berbeda dengan nama online-shop yang dipakai. Karena, itu artinya mereka mengubah nama akun Instagram mereka. Apalagi jika nama akun di kumpulan gambar story-gram berbeda jauh dengan nama akunnya yang sekarang. Kemungkinan besar mereka melakukan penggantian nama tersebut untuk menghilangkan jejak agar sulit dilacak.

  • Setelah mengamati postingan dan kumpulan story-gram, langkah selanjutnya yang bisa kalian ambil untuk semakin memastikan keaslian toko online tersebut (utamanya di Instagram) adalah dengan mengklik tanda titik tiga yang berada di pojok kanan atas. Kalian akan menemukan tulisan “About This Account” jika online-shop tersebut pernah mengganti nama akunnya. Klik tulisan tersebut lalu pilih “Former Username”  lihatlah berapa kali akunnya berganti nama. Jika mereka berulang kali mengganti nama akunnya dengan nama-nama yang jauh berbeda, bisa dipastikan mereka adalah online-shop penipu.

  • Kalian bisa juga mengecek gambar yang mereka posting dengan bantuan google.image. Caranya adalah dengan melakukan capture salah satu gambar di online-shop tersebut terlebih dahulu. Pastikan hanya gambarnya saja yang terlihat. Kalian bisa memotong gambarnya dengan aplikasi edit foto.

  • Setelah itu, kalian ketik google.com. dan klik tulisan Gambar. Lalu, ubahlah setelannya menjadi Desktop site (Caranya dengan mengklik tanda titik tiga di pojok kanan atas dan pilih desktop site).

  • Jika berhasil, maka di bawah tulisan Google akan muncul Ikon kamera. Klik ikon tersebut dan pilihlah upload gambar. Nanti, akan muncul gambar yang mirip atau serupa dengan gambar yang kita upload tadi. Berikut alamat website-nya.

  • Jika muncul banyak gambar yang serupa, kalian bisa memperhatikan harga dan tanggal update barang tersebut yang tertera di masing-masing website. Jika harganya berada jauh di bawah mayoritas harga barang tersebut di website lain maka bisa dipastikan mereka adalah online-shop penipu.

    Tambahan:

  • Nama yang digunakan online-shop penipu biasanya terkesan tidak profesional.

  • Jangan tertipu dengan banyaknya testimoni dan followers. Karena followers bisa dibeli dan testimoni bisa dicuri. Jadilah pembeli yang  smart!

Tips Menulis Historical-Romance

Saturday, August 8, 2020

Ada bermacam-macam genre buku di dunia ini. Dari mulai petualangan hingga misteri. Setiap genre tersebut memiliki penggemarnya masing-masing. Sebutlah genre historical romance yang sebagian besar penggemarnya adalah kaum perempuan. Sebenarnya, jika kita berbicara tentang genre romance, tidak melulu  bahwa itu selalu tentang historical romance. Ada juga genre-genre romance yang lain. Seperti: horror-romance, drama romance bahkan religious romance.

Historical romance misalnya adalah genre buku yang settingnya banyak mengambil latar di negara-negara Eropa. Terutama Inggris pada era Regency sekitar tahun 1400-an. Tidak selamanya mutlak, sih. Ada juga yang berlatar di Amerika ketika masa-masa bajak laut. 

Namun, saya pribadi lebih menyukai historical romance berlatar Inggris. Selain karena penggambaran tempatnya yang indah, pemaparan tokoh-tokohnya juga menarik. Penuh dengan istilah-istilah kerajaan, bangsawan atau ksatria. 

Historical romance mungkin tidak menjadi genre buku favorit masyarakat Indonesia. Sama halnya seperti filsafat. Namun biasanya, penggemar historical romance punya sifat yang militan, karena bisa sangat sabar mengoleksi series hisrom favoritnya hingga lengkap.

Sekilas, tema-tema dalam historical romance mengingatkan kita pada buku-buku Jane Austen yang manis menggemaskan dengan ending bahagia meskipun keduanya bisa dipastikan berbeda. Karya-karya Jane Austen, sekalipun mengusung tema romance di era Georgian sekitar tahun 1800-an, namun karena ditulis saat penulisnya juga hidup di era yang sama dengan latar ceritanya, termasuk ke dalam karya kontemporer. Sementara, historical romance sendiri haruslah karya yang ditulis di waktu lampau yang berlainan dengan masa hidup penulisnya.

Cerita dalam historical romance memang kebanyakan tidak membuat kita penasaran atau terkejut. Alih-alih, temanya justru sangat umum dan familiar. Semisal: love-hate relationship dan perjodohan. Memang terdengar kurang menantang, sih. Akan tetapi, justru disitulah tantangannya: Bagaimana si penulis mampu mengolah tema yang itu-itu saja, tanpa kehilangan kreatifitasnya untuk tetap menarik. 

Bagi orang-orang yang kurang suka dengan kejutan dan membenci cerita cinta yang tak berakhir bahagia, historical romance adalah jawabannya. Menurut saya, historical romance  itu adalah genre buku yang paling kaya akan pembelajaran jika dibandingkan dengan genre novel romance lainnya. Bukan hanya dari sisi sejarah. Tapi juga dari pemaparan suasana dan karakter penokohannya yang kuat. Untuk menjaga isi cerita di genre tersebut tetap wajar. Tidak terasa dangkal ataupun berlebihan.

Jujur saja, meskipun temanya biasa, menulis novel historical-romance itu tidaklah mudah. Jika kurang piawai merangkai kata, terutama saat adegan flirting, hal tersebut bisa berakibat fatal. Entah kalimatnya jadi murahan dan berlebihan atau terkesan mengada-ada seperti dalam novel remaja. 

Oleh karena itu, sangat disayangkan apabila masih ada orang-orang yang memandang sebelah mata genre buku ini hanya karena temanya nampak biasa-biasa saja. Tidak spektakuler dan mengguncang dunia seperti genre sci-fiction atau konspirasi. Terkadang, saya penasaran apakah orang-orang yang mengaku tidak suka baca buku romance itu pernah membaca historical-romance dulu di masa lalunya sebelum menghakimi buku-buku romance itu tidak bagus?

Saya rasa jawabannya tidak. Barangkali, komentar mereka pun sebenarnya hanya ikutan-ikutan saja. Seperti halnya komentar orang-orang ceroboh yang mengatakan bahwa novel Sitti Nurbaya itu adalah tentang perjodohan. Seolah-olah si gadis dipaksa bapaknya yang kejam untuk menikahi Datuk Maringgih. Padahalkan, ceritanya tidak seperti itu.

Sampai kapanpun, historical romance akan selalu menjadi salah satu genre buku favorit saya. Membaca novel historical-romance rasa-rasanya setara dengan menonton film komedi romantis yang membuat kita tertawa; terbebas dari stress. Jangan selalu mengasosiasikan apapun yang berbau historis dengan hal-hal yang membosankan. Karena setiap orang itu mempunyai selera humor yang berbeda.

Ketika dulu pertama kali saya membaca novel historical-romance yang berjudul Kingdom of Dreams karangan Judith McNaught, saat adegan Jennifer Merrick mengobrol dengan penculiknya, saya tertawa bahagia karena obrolannya begitu lucu dan menghibur. 

Bagi saya, terkadang bukan karena tema spektakuler atau ketenaran bukunya yang membuat saya tamat membaca. Tapi, lebih kepada cara penulisnya bercerita, menggambarkan karakter tokoh-tokohnya seolah-olah mereka itu benar-benar hiduplah yang paling penting. Dan itu, tentu saja tidak mudah. Apalagi jika cerita tersebut dituliskan dalam novel bertema historical-romance.

Di bawah ini saya akan membagikan 3 tips dasar untuk orang-orang yang tertarik menulis novel historical romance:

Pertama: Riset

Sebelum menulis hisrom, kamu terlebih dahulu harus menentukan era mana atau peristiwa apa yang akan kamu jadikan latar cerita. Kalau latarnya di Eropa, kamu bisa memilih peristiwa-peristiwa besar yang pernah terjadi disana pada masa lalu. Peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di Eropa, contohnya: Black death, Akuisisi di Spanyol, Perang Salib, dll. Atau bisa juga, jika kamu ingin menuliskan historical-romance dengan nuansa kearifan lokal, kamu bisa mendata terlebih dahulu peristiwa-peristiwa apa saja yang pernah terjadi di Indonesia pada masa lalu. Misalnya: Perang Bubat, penjajahan Belanda di Pulau Jawa, runtuhnya Kerajaan Majapahit, dll. Lalu pilih salah satu latarnya dan lakukan riset secara mendalam.

Kedua: Tentukan Alur Cerita

Jika kamu sudah memilih era mana yang akan kamu jadikan latar, maka tentukanlah alur ceritanya. Misal, jika memilih latar belakang perang Bubat, saya bisa saja menuliskan cerita tentang seorang wanita Kerajaan Sunda yang menyamar menjadi dayang istana di Kerajaan Majapahit untuk membalaskan dendam atas kematian keluarganya, yang terbunuh oleh Patih Gajah Mada saat Perang Bubat. Tapi, sebelum rencananya berhasil, Sang Patih tahu-tahu malah naksir dirinya. Sehingga si wanita harus bersandiwara. 

Ketiga: Karakterisasi yang kuat

Dalam genre historical-romance, perempuan selalu menang. Sehingga wajib bagi kamu untuk menciptakan tokoh perempuan yang kuat, punya prinsip dan tujuan hidup yang ingin dicapai. Bukan berarti kepribadiannya harus maskulin. Namun, karakternya harus bisa mencerminkan perempuan lovable yang tangguh. Dalam rumus historical romance, man should be chaser. Meskipun tidak mutlak demikian. Setelah itu, jangan lupa untuk menciptakan konflik yang menghalangi mereka untuk bersama sehingga butuh usaha untuk menyelesaikan konflik tersebut. Akan tetapi, konflik tersebut haruslah bertentangan dengan prinsip atau tujuan hidup yang ingin dicapai oleh salah satu pihak. Jika kamu sudah terbiasa menulis, bagian ini adalah bagian yang paling menyenangkan. Ciri-ciri bahwa karakterisasi tokoh yang kamu ciptakan sudah kuat adalah saat pembaca bisa mengetahui siapa yang berbicara dalam dialog tanpa membaca dialogue-tagnya.

Dialogue tag itu, misalnya: ucap Elizabeth, seru Edward, kata Henrietta, dsb.

Well, segitu saja tips menulis dari saya hari ini. 

Selamat mencoba!

Sebuah Kontradiktif: Perempuan INTJ

Monday, July 13, 2020

Disalahpahami adalah hal yang sudah biasa bagi perempuan INTJ. Kombinasi antara pemikiran serta ekspresi wajah yang datar seringkali membuat orang lain salah paham. Apalagi ditambah dengan death stare. Sorot mata INTJ yang terkenal itu. Dinamakan death stare karena tatapannya yang menimbulkan kesan acuh, dingin, penuh rahasia tapi juga enggan.

Tatapan ini bisa berarti banyak hal seperti: bosan, kesal, atau sedang berpikir. Atau kombinasi dari semuanya. Bahkan bisa juga tidak berarti apa-apa sama sekali. Biasanya, INTJ melakukan death stare secara tidak sengaja. Dan baru tersadar ketika ada orang yang menegurnya dan bertanya apakah dia baik-baik saja atau sedang marah.

INTJ dengan kecenderungan resting bitch face atau muka jutek, terutama pada wanita, seringkali dicap sombong dan galak. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Tapi, tidak sepenuhnya salah juga, sih.

Selain itu, karena INTJ termasuk tipe pencari ilmu, mereka juga seringkali enggan terlibat dalam hal-hal yang tidak memberikan nilai tambah bagi kehidupan mereka.

Para wanita INTJ akan sangat jarang pamer kemesraan di depan umum, update status galau apalagi susah payah bertahan dalam hubungan yang buruk. Kecenderungnya pada logika akan menghindarkannya dari melakukan tindakan demikian. Alih-alih melankolis dan penurut seperti perempuan kebanyakan, para wanita INTJ  tidak akan segan-segan memutuskan hubungannya jika pasangannya terbukti tidak mampu menghargai mereka.

Dalam kehidupan berkelompok dengan sesamanya, para wanita INTJ akan terlihat sedikit berbeda.  Ketika salah seorang perempuan dalam sebuah kelompok jarang berbicara, maka itu adalah pertanda bahwa “something wrong”  telah terjadi. INTJ adalah jenis manusia yang seringkali memicu prasangkaan negatif ini dalam diri teman-temannya. Ya, karena itu tadi. Karena mereka adalah tipe orang yang tidak begitu senang berbicara. Apalagi jika isi pembicaraan tersebut tidak mendorongnya untuk berpikir secara intelektual.

Sebagai seorang introvert, INTJ menyukai pembicaraan yang santai namun mendalam. Bukan pembicaraan dengan sekumpulan besar orang-orang yang sibuk berbicara tanpa mendengar orang lain yang juga sedang berbicara.

Dalam perbincangan, INTJ menghargai orang-orang yang kreatif dan punya tujuan hidup yang ingin dicapai. Pembicaraan sensoris yang berisi banyak basa-basi akan sangat membosankan bagi INTJ. Alih-alih terlalu banyak berbasa-basi, tanyakanlah opininya tentang sesuatu, komentari foto profinya dengan komentar yang tak biasa, cetuskan ide kontradiktif namun tidak menyinggung. Dan hal-hal anti-mainstream lainnya. Mereka akan berdiskusi bahkan berdebat jika tertarik. Namun, jika tidak tertarik mereka hanya akan diam sambil mengeluh betapa bodohnya kebanyakan manusia yang menghuni dunia ini.

Walaupun keras kepala, INTJ sangat suka belajar. Sehingga tidak keberatan untuk berubah selama perubahan itu menuju ke arah yang lebih baik. Sebagai contoh: Perempuan jutek, misterius tapi  juara kelas waktu anda sekolah itu, bisa jadi adalah seorang INTJ yang langka. Dikatakan langka, karena tipe kepribadian ini sangat jarang ada pada perempuan. Dan lebih lazim ditemukan pada laki-laki.

Hal inilah yang seringkali menyulitkan para wanita INTJ untuk mendapatkan teman berbincang dengan frekuensi yang sama. Sehingga nampak pendiam, galak dan tertutup.

Jadi, ketika suatu hari nanti kalian bertemu tipe perempuan dengan ciri-ciri di atas, jangan langsung dihakimi ya. Mereka tidak aneh. Mereka logis.

Kejujuran Dalam Sebaris Satire

Thursday, June 18, 2020


Kejujuran itu kadang menyakitkan. Apalagi jika berisi tentang kritikan. Tapi, lain halnya jika kritikan tersebut dikemas dalam bentuk satire. Satire sendiri merupakan gaya bahasa yang bertujuan untuk menyindir sesuatu dengan menggabungkan olok-olok dan humor. Sehingga kritikan di dalamnya tersamarkan. Biasanya, satire digunakan sebagai kritik sosial dalam masyarakat.

Meskipun peradaban manusia telah lama mengenal satire, tidak banyak manusia yang dapat mencerna gaya bahasa ini. Satire lebih sering disalah-pahami sebagai (hate-speech) atau penghinaan. Apalagi jika dikomunikasikan lewat tulisan. Kurang piawainya penulis dalam merangkai kata serta kemampuan literasi pembaca yang minimlah yang menjadi penyebab kesalahpahaman dalam memahami konten satire.

Di zaman sekarang, satire banyak kita temukan dalam stand-up comedy dan meme humor yang banyak bertebaran di akun-akun receh. Bentuk satire yang paling mudah dilakukan adalah menertawakan diri sendiri sebagai salah satu cara halus untuk mengkritik sesuatu. Bentuk satire ini lebih aman untuk dikomunikasikan dan lebih mudah dimengerti oleh masyarakat awam, karena mereka melihat secara langsung ekspresi dan bahasa tubuh orang yang menyampaikan konten satire tersebut.

Sementara itu berbeda dengan penyampaian secara lisan, dalam dunia kesusastraan, satire telah lama diakui sebagai gaya bahasa yang paling tinggi tingkatannya. Tidak banyak penulis yang mampu menulis dengan gaya bahasa ini secara luwes tanpa menghilangkan makna dari satire itu sendiri.

Kesopanan, humor dan olok-olok menjadi tiga komponen utama yang harus ada di dalam satire. Tanpa kesopanan dan humor, satire yang mengolok-olok kedunguan hanya akan menjadi sarkasme yang kering dan kasar. Konten satire yang menyindir politik atau hal-hal yang sensitif di ruang publik, jika tidak ditulis dengan luwes dan cerdas bisa disalahartikan sebagai usaha provokasi. Dan mengantarkan penulisnya mendekam di penjara.

Menulis satire memang tidak mudah. Diperlukan kecerdasan berlebih sekaligus selera humor yang tajam. Jika sarkasme ibarat senyum jahat dengan pandangan mata melecehkan, maka satire adalah senyuman getir yang mengandung kejujuran.

Perhatikan kata-kata satire berikut ini:

Mr. John Dashwood bukan pria berperangai buruk. Hatinya terlalu dingin dan dia terlalu egoistis untuk memiliki perangai buruk. (Sense & Sensibility)

Sang penulis menuliskan kalimat pertamanya dengan nada positif. Namun dalam kalimat kedua, dia justru berbalik mengolok-olok Mr. John Dashwood secara halus; setelah sebelumnya dengan sopan dan rendah hati memuji pria tersebut di kalimat pertama. Seolah-olah Mr. John Dashwood jadi terlihat lebih baik karena ‘hatinya terlalu dingin dan dia terlalu egoistis untuk memiliki perangai buruk.‘ 

Padahal yang sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis adalah sebaliknya. Bahwa Mr. John Dashwood adalah pria berperangai paling buruk. Sampai-sampai hatinya tidak mungkin lagi untuk bertambah buruk saking keburukannya sudah mencapai tingkat paling maksimal.    

Perhatikan kembali contoh satire berikut:

Lady Russell, yang berusia matang, berkarakter tangguh, dan berpunya, tidak ingin menikah lagi dan tidak perlu minta maaf kepada publik atas keputusannya. Biar bagaimanapun, publik yang kecewa terhadap janda yang menolak mencari suami baru biasanya malah lebih kecewa apabila sang janda memutuskan menikah lagi. (Persuasion)

Ini adalah salah satu contoh satire dari Jane Austen yang ditujukan untuk menyindir kelakuan orang-orang yang suka mendikte kehidupan pribadi orang lain. Meskipun tulisan tersebut sebenarnya berisi olok-olok, isinya sama sekali tidak kasar. Alih-alih, justru menimbulkan senyum getir karena pembaca mendapati fakta kejujuran di dalamnya.

Begitulah seharusnya konten-konten satire itu ditulis. 

Old-Soul: Jiwa Yang Terperangkap

Setiap orang menjalani kehidupan dengan perasaan yang berbeda-beda. Dan ada sebagian orang di dunia ini yang merasakan dirinya memiliki kecenderungan untuk lebih menyendiri dan spiritual dibandingkan sebaliknya. Bahkan mungkin, perasaan ini sudah ada semenjak mereka dilahirkan. Preferensi kesendiriannya ini bukan muncul akibat kekurangan kasih sayang atau anti sosial. Tapi karena dirinya adalah seorang old-soul.

Seorang old-soul biasanya sulit untuk menemukan orang lain yang bisa memahami dirinya secara benar. Terutama dalam lingkup pergaulan dengan orang-orang di rentang usia yang sama. Sebagai akibatnya, para old-soul tersebut menjalani kehidupan mereka dengan lebih internal. Sementara mayoritas orang-orang di dunia ini melakukan sebaliknya.

Apakah kalian pernah merasakannya? Ataukah justru malah menyaksikannya sendiri dalam diri orang lain? Barangkali selama ini, bisa jadi salah seorang kenalan kalian adalah old-soul. Atau bahkan mungkin diri kalian sendiri adalah salah satunya.

Berikut adalah tanda-tanda seseorang yang memiliki jiwa old-soul :

Cenderung Menyendiri

Para old-soul biasanya memiliki minat dan kesukaan yang berbeda dibandingkan dengan orang-orang umum yang sebaya dengan dirinya. Selain itu, mereka juga sangat pemilih ketika akan menghabiskan waktunya untuk berinteraksi. Mereka tidak suka interaksi yang berlebihan. Seperti tertawa terbahak-bahak yang bisa menganggu ketenangan orang lain, bercanda yang keterlaluan, bersikap kejam dan membully atau terlalu fokus pada pembicaraan materialistis mengenai hal-hal duniawi.

Hal ini terjadi karena para old-soul biasanya lebih dewasa dan empati dibandingkan dengan orang-orang disekitarnya. Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk menyendiri dibandingkan harus bergaul bersama orang-orang yang tidak sesuai dengan mereka. Hal inilah yang seringkali tidak dimengerti oleh orang banyak. Terutama orang-orang dengan kecenderungan duniawi yang sangat kuat. Sehingga tak jarang, keadaan inilah yang mengakibatkan para old-soul di cap aneh, introvert atau membosankan oleh teman-teman sebayanya.

Cenderung Spiritual

Para old-soul yang sensitif dan emosional secara alami bersifat spiritual. Mereka menemukan kenyamanan dengan memelihara hubungan yang mencerahkan batinnya. Sehingga mereka sangat mudah untuk melakukan introspeksi diri sekaligus melihat suatu peristiwa dari berbagai macam sudut pandang. Kecenderungan spiritual dalam diri seorang old-soul bisa jadi tidak selalu terlihat dalam lingkup pergaulan sehari-hari. Mereka bisa saja terlihat tidak begitu religius secara penampilan. Atau justru malah menampilkan persona diri yang lucu dan ceria alih-alih pendiam di depan banyak orang. Tapi, seketika kalian sudah mengenalnya lebih dekat dan mengobrol berdua saja dengannya atau membaca tulisan-tulisannya kalian akan langsung merasa bahwa mereka adalah tipe manusia pemikir dengan nuansa spiritual yang sangat dalam.

Menyukai Kebijaksanaan

Bagi para old-soul kebijaksanaan adalah nutrisi yang memperkaya kehidupan. Oleh karena itu, mereka biasanya senang membaca dan menyukai untuk bertukar cerita mengenai pengalaman hidup yang mengandung hikmah dan pelajaran. Cerita-cerita tersebut pada umumnya sangat jarang didapatkan dari orang-orang dengan umur yang sebaya dengan mereka. Terutama, dimasa-masa awal kehidupan. Dimana orang-orang justru lebih banyak ceroboh dan sedang terfokus untuk mengejar hal-hal yang bersifat duniawi. Inilah yang membuat para old-soul lebih nyaman berinteraksi dengan orang-orang yang usianya jauh lebih tua dari mereka.

Jarang Curhat Dengan Teman Sebayanya

Para old-soul yang dianugerahi dengan rasa empati yang dalam biasanya mengemban tugas sebagai penerima curhat dalam kelompok. Mereka adalah tipe manusia yang gampang iba dan berintegritas sehingga sanggup mendengarkan keluh kesah nan panjang sekaligus merespon curhatan dengan penuh belas-kasih dan kesabaran. Semata-mata tulus. Tanpa ada tendensi untuk menjadikannya lelucon, menyebarkannya ke khalayak umum atau mengambil keuntungan.

Di sisi lain, meskipun begitu para old-soul ini justru akan sangat jarang mencurahkan isi hati mereka kepada teman-temannya. Hal ini terjadi bukan semata-mata karena mereka tertutup. Tapi, biasanya diakibatkan oleh ketidakmampuan orang lain dalam menanggapi dan merespon cerita-cerita mereka dengan tingkat ketulusan dan kesabaran yang sama.

Karena para old-soul cenderung lebih senang memerhatikan gesture lawan bicaranya, mereka bisa menjadi begitu mudah untuk terhubung dengan perasaan orang lain. Sekilas mereka menangkap bahwa lawan bicaranya tidak sabar untuk kembali berbicara tentang diri sendiri dan hanya mendengarkan cerita mereka setengah hati, seketika itu pula para old-soul akan malas bercerita.

Selera Yang Tidak Biasa

Karena cenderung pemilih, para old-soul biasanya anti-mainstream dan memiliki selera yang berbeda dari orang-orang seusianya. Selera mereka seringkali dianggap aneh karena tidak sesuai dengan umur mereka. Seperti misalnya mengoleksi barang-barang antik, membaca buku-buku klasik, mendalami seni dan literatur atau mendengarkan lagu-lagu zaman dulu yang menimbulkan perasaan nostalgia.

Pemikir Yang Dalam

Kemampuan merefleksi diri pada orang-orang old-soul membuatnya terbiasa untuk menganalisa segala sesuatu. Sehingga menampilkan kesan sebagai pemikir rasional dalam persona kepribadian mereka.

Kecenderungan rasional membuat mereka menjadi sosok yang tegas serta tidak mudah untuk dipengaruhi. Sehingga jarang sekali bersikap fanatik, menggebu-gebu atau condong pada satu kelompok tertentu. Hal ini membuat pemikiran mereka menjadi jelas dan bijaksana serta berorientasi pada hal-hal yang sifatnya kemanusiaan.

Idealismenya dalam membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik; bukan sekedar bagaimana mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, seringkali menjengkelkan orang-orang yang tidak sejalan. Sehingga menjadikan mereka kurang dianggap dalam lingkup pergaulan sosial. Meskipun begitu, orang-orang old-soul biasanya tidak akan memedulikan hal tersebut. Mereka akan tetap teguh pada prinsip yang mereka yakini benar.

Seringkali Intuitif

Orang-orang yang intuitif bisa memahami banyak sesuatu tanpa belajar. Hal ini terjadi karena mereka adalah orang-orang yang introspektif dan pengamat. Segala apa yang mereka dengar, lihat dan rasakan ibarat potongan puzzle yang bisa disambung menjadi sebuah pesan yang mencerahkan kehidupan. Sekilas, mereka terdengar ajaib dan nampak seperti cenayang. Padahal proses berpikir mereka yang rumitlah yang menjadikan mereka demikian. Jika kalian ingin mendengar sudut pandang yang jujur namun tetap anti-mainstream mengenai suatu hal, orang-orang old-soul adalah jenis manusia yang paling tepat untuk dijadikan teman berbincang.

Artikel ini saya dedikasikan bagi kalian; teman-teman pembaca. Dengan harapan untuk lebih memahami orang lain lebih baik lagi. Atau bagi orang-orang yang sedang kesulitan mendefinisikan tentang siapa diri mereka.