Teknik Menulis Show Don't Tell

Saturday, July 6, 2019

Seorang penulis adalah pengamat. Maka, tulisannya harus menggambarkan hal-hal yang dia amati. Mengamati erat kaitannya dengan menggambarkan sebuah detail. Apalagi jika kita akan menuliskan hasil pengamatan tersebut ke dalam sebuah cerita. Detail yang wajar dan alami sangat diperlukan.

Ketika sebuah tulisan bisa merangsang dan melibatkan indera sang pembaca, maka tulisan itu akan mendorong mereka untuk membayangkan apa yang sedang terjadi di dalam cerita. Tidak sedikit pembaca yang pada akhirnya menangis, tertawa atau bahkan merinding tatkala membaca sebuah tulisan.

Tapi, bagaimana jika sebuah tulisan hanya menerangkan sesuatu tanpa menuliskan detail yang cukup bagi para pembaca? Pastinya tulisan tersebut akan terasa hambar dan membosankan. Sehingga membuat orang malas untuk membacanya.

Perhatikan contoh di bawah ini:

Sanem yang sedang menonton televisi bergegas ke dapur sesaat setelah sang ibu memanggilnya. Sesampainya di dapur, Sanem diminta ibunya memasak sepanci besar sayur sop. Sementara itu sang ibu mengaduk kaldu. Tak lama kemudian, hand phone yang diletakannya di atas kulkas berbunyi. Sanem mengangkat teleponnya dan berbicara dengan seseorang.
"Baik, aku segera kesana," ujar Sanem sambil menutup telepon.
"Siapa yang meneleponmu?" tanya ibunya.
"Mr. Jan, Bu. Aku diminta ke kantor sekarang," ujar Sanem.

Perhatikan kembali contoh di bawah ini:

Suara nyaring Sang ibu yang memanggilnya, membuat Sanem yang tengah menonton TV terpaksa mengecilkan volume suara di televisi. Berusaha mendengar dengan jelas kata-kata ibunya. Yang ternyata meminta Sanem untuk membantunya memasak di dapur.

Sanem cepat-cepat mematikan televisi yang ditontonnya, remotenya dia simpan begitu saja di atas meja dan segera beranjak dari kursi. Aroma kaldu ayam semakin menyeruak tatkala Sanem tiba di dapur.

Sang ibu menunjuk tumpukan wortel dan buncis yang terletak di atas meja. Kemudian memberi Sanem sebuah pisau tajam untuk memotongnya menjadi ukuran yang lebih kecil. Sementara dirinya kembali sibuk dengan kegiatan mengaduk kaldu ayam di dalam panci. 

Buih-buihnya yang berwarna kuning mulai bermunculan. Aroma kaldu ayam semakin menyeruak memenuhi udara. Suasana hening saat itu. Pikiran Sanem berkelana pada banyak hal. Sang ibu juga tidak mengajaknya berbicara. Sibuk mengaduk kaldu di dalam panci.

Dalam suasana hening yang demikian, tiba-tiba handphone Sanem berbunyi. Gadis itu pun tersadar dari lamunannya. Dan langsung menyimpan begitu saja pisau yang sedang digunakannya untuk memotong wortel.

Cepat-cepat Sanem berjalan ke arah kulkas untuk meraih handphone-nya yang terletak di sana sambil diiringi tatapan mata ibunya. Gadis itu berbicara dengan nada suara yang sengaja dipelankan pada seseorang di sebrang telepon.

“Baik. Aku akan segera kesana,” ujarnya sambil menutup telepon. Wajah Sanem berubah murung. Lalu dengan gusar kembali ke meja.

“Siapa yang meneleponmu?” tanya ibunya curiga karena Sanem berbicara dengan nada suara tidak seperti biasanya. Sanem terdiam sesaat.

“Mr. Jan, Bu,“ katanya. “Aku diminta ke kantor sekarang.”

Bagaimana perasaanmu saat membaca contoh tulisan yang kedua? Tentu saja kamu pasti merasa bahwa tulisan di contoh yang kedua lebih hidup daripada tulisan di contoh yang pertama. Tulisan ini memang dituliskan dengan menggunakan teknik penulisan show don’t tell. Sehingga indera para pembaca dilibatkan untuk membayangkan situasi dalam cerita.

Bayangkan bila seorang penulis menuliskan sebagian besar isi ceritanya dengan menggunakan gaya penulisan pertama. Mungkin orang-orang akan langsung merasa bosan meskipun baru membaca dua tiga halaman bukunya. Lain halnya jika penulis menuliskannya dengan menggunakan teknik penulisan show don’t tell. 

Situasi yang dijelaskan dengan singkat dan kurang detail di contoh pertama, ditambahkan penjelasan yang lebih banyak di contoh yang kedua. Sehingga pembaca tidak hanya diajak untuk sekedar tahu tetapi juga untuk memahami dan merasakan situasi yang sedang terjadi dalam cerita. 

Bagaimana aroma sayur sop menyeruak dalam udara, suasana hening ketika memasak di ruang dapur bersama ibu, dan perasaan curiga yang muncul dalam benak si ibu tatkala melihat sikap anaknya yang berubah saat menerima telepon. Itulah yang dinamakan dengan teknik menulis show don’t tell.

Memang tidak mudah untuk menulis menggunakan teknik show don’t tell. Apalagi jika kita jarang berinteraksi dengan berbagai macam manusia sebagai sumber pengetahuan untuk cerita yang akan kita tulis. Selain rajin berinteraksi, kunci untuk menulis menggunakan teknik show don’t tell adalah rajin mengamati.

Perjamuan Luka

Thursday, May 16, 2019


Hari ini saya sedang menunggu seorang laki-laki. Bisa jadi laki-laki itu adalah kamu, kamu atau kamu. Dengarkan baik-baik penjelasan saya ini. Saya adalah seorang wanita yang mendapatkan kesenangan dari berpindah ke satu lelaki ke lelaki lain untuk melukai hati laki-laki.

Ada kepuasan tersendiri di saat saya pergi meninggalkan mereka yang berdarah-darah mengharap cinta saya. Dulu saya tidak begitu. Tapi seorang laki-laki yang saya cintailah yang mengajarkannya kepada saya. Di saat saya sedang cinta-cintanya, dia malah tega pergi meninggalkan saya yang berurai air mata. Dia pergi bersama perempuan lain.

Sekarang saya melakukan hal yang sama kepada lelaki lain. Sebagaimana dulu saya diperlakukan hal yang serupa oleh laki-laki yang saya cintai. Entah berapa puluh laki-laki yang telah melabuhkan cintanya kepada saya dan berakhir kecewa. Saya tertawa puas melihat mereka. Memohon-mohon dan mengiba-iba di bawah kaki saya. Mengharapkan cinta saya.

Sayangnya, hanya perempuan bodoh yang akan luluh hatinya oleh belas kasihan setelah dia pernah dipermainkan. Saya bahagia menjalani peran baru saya. Saya ingin terus mencari dan melukai lebih banyak lagi laki-laki.

Sampai pada suatu hari saya melihat seseorang yang bersandar pada anjungan sebuah kapal yang menepi di pantai. Saya terkesima dengan senyum laki-laki itu dan juga dengan ombak badai di rambutnya. Hidupnya berbinar dan saya ingin masuk terlibat petualangan di dalamnya.

Untuk pertama kalinya, keinginan menyakiti hati laki-laki sirna. Berganti keinginan untuk memilikinya.

Terserah apa kata orang. Saat itu saya sedang buta. Maka saya putuskan untuk nekat mengirimi laki-laki itu sebuah surat cinta.

Untukmu,
seseorang yang seperti matahari. 
Cahayanya dekat tetapi menjangkaunya nampak begitu jauh.

Aku jatuh cinta padamu. Mungkin ini hanya bias semata. Sebuah kesimpulan yang terlalu cepat dibuat. Tapi aku harap kau menerima cintaku. Terimalah cintaku ini dengan hidupmu yang beriak. Aku terlampau letih dalam kesunyian.

(Aku)
Perempuan sunyi yang menikahi puisi

Begitulah surat itu saya tulis. Dan beberapa hari kemudian laki-laki itu membalas surat cinta saya.

Kau tahu apa isinya?

Mengerikan.

Dia bilang dia menolak cinta saya. Tapi dia menawarkan sesuatu yang lebih spesial yang bisa dia berikan kepada saya secara cuma-cuma. Secara gratis.

Hmm... Apa dia pikir saya membutuhkan sesuatu dari dia selain cinta? Padahal yang saya inginkan hanyalah cinta agar saya bahagia. Baiklah. Saya menerima tawarannya. Saya masuk. Terjebak dalam permainannya.

Saya turuti semua keinginannya dan saya mereguk kesenangan yang semu bersamanya. Saya berharap saya bahagia. Meskipun dalam hati diam-diam saya menangis. Saya tetap tak bahagia.

Maka malam ini saya putuskan untuk membunuhnya; saja.

Saya ajak laki-laki itu bertemu dengan sebelumnya mengasah pisau dapur yang saya masukan ke dalam tas tangan saya. Saya akan menunggunya di taman.

Jangan heran apabila besok pagi kalian mendengar berita bahwa ada seorang laki-laki muda terbaring tewas di kamar hotel dengan pisau dapur menancap di dadanya.

Ssstt.... laki-laki itu datang. Dia berjalan menghampiri saya. Sebentar lagi dia akan merasakan balasannya. Karena hari ini saya sudah lelah - berpura-pura bahagia.


Bandung, Dini Hari

Pukul 02.02

Ketika Penulis Mencintaimu

Wednesday, May 15, 2019



Ketika penulis mencintaimu maka berhati-hatilah, karena cintanya abadi. Dia akan menulis namamu dengan tinta emas dan mengabadikannya dalam tulisan. 

Ketika penulis mencintaimu maka berhati-hatilah, dia merekam segala tingkah laku dan kata-kata. Menjadikannya sumber inspirasi.

Ketika penulis mencintaimu maka berhati-hatilah, karena dia ingat semua hal detail tentangmu dari caramu makan hingga caramu berjalan. Semua tentangmu akan dia tulis dengan rapi. Tidak ada satu pun yang bisa kau sembunyikan darinya. 

Ketika penulis mencintaimu, dia akan berimajinasi. Dia merancang skenario-skenario indah yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya. 

Ketika penulis mencintaimu, hujan dan malam hari menjadi waktu favoritnya. Karena dia meyakini hujan bisa membawa roh orang yang dipikirkannya. Dia menangkap rasa dan nuansa yang sama yang mengingatkannya padamu. 

Ketika penulis mencintaimu, maka waktu seolah-olah membeku. Kau akan melihatnya mengabadikan momen hidupnya denganmu dalam jalinan kalimat dan puisi.

Ketika penulis mencintaimu, dia akan memahami dirimu. Setiap gestur dan ekspresi wajah yang kau perlihatkan padanya menjadi penting. Dia akan menerjemahkan setiap perubahan kecil dalam dirimu ke dalam kode-kode yang hanya dipahami oleh dirinya. Dalam tiap-tiap tulisan, artikel dan juga hatinya.

Ketika penulis mencintaimu, dia akan menghilang sejenak. Dia menuliskan satu-persatu hal menarik yang dia temukan ada padamu. Dan itu belum cukup.

Ketika penulis mencintaimu, dia akan diam. Tapi pikirannya memutar skenario awal pertemuanmu dengannya seperti dalam film-film roman. 

Ketika penulis mencintaimu, sesekali dia akan melihat hidup dari cara pandangmu. Dia akan berusaha memahami motif terdalam kau melakukan sesuatu. 

Ketika penulis mencintaimu, maka berhati-hatilah. Hidupmu akan berubah. Kau takkan pernah merasa dicintai sedalam ini sebelumnya oleh siapapun. Dan dia akan selalu punya cara untuk menantangmu menjadi orang yang lebih baik lagi.  

Ketika penulis mencintaimu, mohon jangan kecewakan dirinya. Karena dia tidak akan pernah lagi mencintai siapapun dengan cara yang sama seperti yang dia lakukan padamu. 

Ketika penulis mencintaimu, maka sekali lagi berhati-hatilah. 

Penulis adalah obsesif jeli, dia akan menangkap segala hal yang menarik perhatiannya. 

Dan itu adalah kamu.

Kenapa Orang Tidak Suka Membaca



Salah satu alasan terbesar kenapa kita harus membaca buku adalah untuk menambah ilmu pengetahuan. Tapi sayangnya, masih banyak orang yang tidak suka membaca buku bahkan membencinya. Selain itu masih banyak pula manusia-manusia di dunia ini yang meremehkan orang-orang yang hobinya membaca. Padahal membaca memberikan kita banyak keuntungan. Keuntungan membaca selain untuk mendapatkan pengetahuan juga untuk melatih kepekaan dan rasa empati. 

Di zaman yang serba individualis ini, orang-orang dengan sikap empati sudah semakin langka, tergerus dan tergantikan oleh orang-orang dengan sikap materialistis, narsis dan apatis. Oleh karena itu, sebagai orang yang concern pada dunia pendidikan dan tertarik pada literasi, saya miris sekali ketika melihat generasi muda Indonesia saat ini terutama para siswa usia sekolah dasar hingga menengah, yang minat bacanya hanya bertahan di level itu-itu saja; sebatas membaca iklan, pesan singkat dan berita gosip. Tidak heran, jika tingkat literasi Indonesia di tahun 2018 terpuruk di peringkat 62 dari 70 negara berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh PISA. Dan kemerosotan mental banyak terjadi dimana-mana yang diakibatkan karena kurangnya membaca.

Dari berbagai macam alasan yang melatar-belakangi keengganan orang-orang untuk membaca, sebenarnya ada tiga alasan utama yang membuat seseorang tidak suka membaca.

1. Membaca Nampak Tidak Keren

Sudah sejak lama kegiatan membaca diasosiasikan dengan sesuatu yang membosankan karena cukup duduk sendirian dan konsentrasi kamu sudah bisa membaca. Sementara itu kita tahu bahwa dunia tempat kita tinggal ini di dominasi oleh orang-orang ekstrovert; manusia-manusia petualang haus perhatian yang lebih senang mengobrol dan traveling alih-alih membaca.

Sehingga wajar saja jika banyak orang di luaran sana menghakimi kegiatan membaca buku sebagai aktivitas yang membosankan dan tidak mengasyikan karena memang presentase orang-orang yang senang membaca itu sangat langka dibandingkan keseluruhan penduduk dunia.

Selain itu hal ini juga diperparah dengan munculnya sebutan kutu buku yang dialamatkan kepada orang-orang yang senang membaca tersebut. Sebutan ini seringkali bukan ditujukan sebagai apresiasi pada yang menerima tetapi sebagai sarana mengejek dan mencela yang semakin diperparah dengan image kutu buku dalam tontonan yang digambarkan tidak menarik. 

Dua alasan ini pada akhirnya menumbuhkan mindset pada sebagian besar masyarakat Indonesia yang penduduknya masih awam akan manfaat literasi bahwa membaca buku itu tidak keren sama sekali. Hanya orang-orang yang kurang gaul dan tidak punya banyak teman yang melakukannya. Padahal, banyak orang-orang hebat di dunia ini dari mulai ilmuwan hingga pengusaha adalah para pembaca buku yang sangat akut.

2. Materi Bacaan Yang Tidak Menarik

Bagi orang yang awam akan literasi, menemukan materi bacaan yang menarik itu bisa sangat penting karena jika bacaannya menarik diharapkan hal tersebut mampu menumbuhkan motivasi untuk membaca buku lebih banyak lagi. Sayangnya, kesempatan ini seringkali disia-siakan terutama oleh pemerintah. 

Pemerintah seolah hanya aktif menyerukan pada sekolah-sekolah agar siswanya melek literasi dengan mengadakan program PPK (15 menit membaca sebelum belajar) dan memperbanyak kuantitas buku-buku pengetahuan dan buku-buku pengarang Indonesia zaman dulu tanpa mempertimbangkan bahwa anak-anak usia tertentu mempunyai topik-topik bacaan khusus yang mereka sukai seperti novel remaja (teenlit) yang sedang update dan jumlah kata yang mampu mereka baca dalam setiap bagiannya dalam rentang waktu tertentu. 

Berapa banyak masyarakat Indonesia yang selama hidupnya hanya sebatas pernah membaca novel klasik Sitti Nurbaya atau Salah Asuhan yang cukup berat itu pun hanya sekilas ketika di bangku SMA dan karena ditugaskan oleh guru Bahasa Indonesia. Yang ujung-ujungnya tetap membuat mereka tidak tertarik untuk membaca dan malah mengasosiasikan membaca sebagai kegiatan yang tidak menyenangkan. 

Buku-buku di perpustakaan yang tidak update dengan perkembangan zaman, jumlah kata yang terlalu banyak di setiap bagiannya serta jenis bacaan yang hanya itu-itu saja ibarat air yang memadamkan minat baca anak-anak Indonesia yang masih perlu untuk terus dimotivasi dengan bacaan-bacaan yang menarik. 

Saya tidak mengatakan bahwa karya sastra klasik Indonesia seperti Sitti Nurbaya dan Salah Asuhan tidak menarik. Kedua buku itu justru sangat bagus dan menarik dan anak-anak harus membacanya. Tapi, anak-anak juga perlu diperkenalkan dengan jenis buku lain yang update dengan perkembangan zaman. 

Mencontoh pada negara-negara maju di Eropa sana, anak-anak usia sekolah sedari awal sudah diperkenalkan dengan buku-buku klasik dan populer yang sedang update dari negaranya dan juga luar negeri yang sudah disadur ulang oleh pemerintah dimana jumlah kata per-bab-nya disesuaikan dengan jenjang pendidikan sang anak. Selain itu, di setiap chapter disisipkan pertanyaan-pertanyaan terkait bab yang mereka baca dan harus mereka jawab. Sehingga guru yang mengajar di kelas bisa memastikan bahwa anak-anak yang melaksanakan program PPK memang benar-benar membaca bukan hanya sekedar membolak-balik halaman buku. 

Seharusnya Indonesia juga seperti itu. Pemerintah seyogyanya menyiapkan tim untuk menyadur buku-buku klasik dan populer dalam dan luar negeri yang jumlah kata di setiap bab dalam buku yang disadur disesuaikan dengan rentang usia, waktu dan pendidikan anak. Lalu menyebarluaskan buku-buku saduran tersebut ke sekolah-sekolah sebagai fasilitas untuk menunjang program PPK melek literasi dimana program PPK yang saat ini digalakan masih mengandalkan para siswa untuk membawa buku masing-masing supaya diganti jadi difasilitasi oleh sekolah. Agar tidak ada lagi anak yang beralasan tidak membawa buku saat program PPK dilaksanakan.

3. Kemampuan Membaca Yang Kurang

Orang-orang dengan kemampuan membaca yang kurang dan jarang dilatih akan sulit untuk menikmati kegiatan membaca buku-buku bagus yang berkualitas karena membaca itu menuntut konsentrasi. Ketika orang-orang ini membaca dengan tempo yang lambat demi memahami alur atau pesan yang ingin disampaikan penulis, hal tersebut bisa mengakibatkan mereka frustasi. Apalagi jika ditambah dengan bahan bacaan yang tidak menarik. 

Tentunya hal ini bisa membuat mereka merasa tidak kompeten. Sehingga bagi orang-orang ini membaca adalah kegiatan yang membuang-buang waktu saja dan tidak menyenangkan. Oleh karena itu mereka jadi enggan untuk membaca.

Itulah menurut saya 3 alasan utama yang sebenarnya melatar-belakangi seseorang malas membaca buku. Padahal orang-orang yang membaca buku itu keren lho. Apalagi jika dia seorang perempuan. Pasti masih banyak yang belum pernah baca kutipan bahwa The most dangerous creature on Earth is a well-read woman! Bukan pria apalagi makhluk mitologi. 

Kok bisa gitu? Bisa dong! Karena a well read woman bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang-orang yang tidak suka membaca. Tengok saja sejarah, wanita-wanita dengan insting kecerdasan yang diasah dari hobi membaca bahkan bisa menumbangkan sebuah negara, menjebloskan orang ke penjara bahkan menghancurkan karier dan kehidupan seseorang.

Ngobrolin 4 Tempramen Kepribadian

Tuesday, May 14, 2019

Temprament

Bagi saya yang setuju dengan kata-kata Mr. Darcy yang bilang kalau, “People themselves alter so much, that there is something to be observed in them forever,” belajar untuk mendalami seluk-beluk persoalan yang menyangkut jiwa-jiwa manusia selalu membuat saya tertarik. Maka dari itu, sekitar bulan Maret yang lalu saya memutuskan untuk mengikuti seminar psikologi di salah satu hotel di Bandung, tepatnya di Setiabudi. 

Saya rela bela-belain nabung dan jajan hemat demi bisa dapetin ilmu di seminar psikologi tersebut karena tiket masuknya lumayan mahal. Dan setelah ikut seminarnya, sekarang saya ingin share sebagian ilmu yang saya dapatkan disana. Meskipun nggak mungkin semuanya ya karena bahasannya banyak banget.

Mengingat psikologi itu ternyata ilmu yang sangat penting dan berdampak pada banyak hal dalam kehidupan, saya mungkin bakalan kasih calon pasangan saya nilai plus ketika dia melek bahasan tersebut. (Maap, curhat.. hehehe…)

Bagi sebagian orang mungkin kalian udah nggak asing lagi dengan kata-kata koleris, sanguinis, melankolis dan phlegmatis. Itu adalah nama empat tempramen yang dipopulerkan pertama kali oleh Aristoteles. Keempat tempramen tersebut membentuk perilaku dan sikap yang berbeda-beda pada masing-masing individu.

Koleris misalnya dicirikan dengan tipe manusia yang galak, tegas dan to the point. Sementara sanguin dicirikan dengan tipe manusia yang ceria, supel dan suka menggampangkan sesuatu namun sulit menyimpan rahasia. Berbeda lagi dengan manusia tipe melankolis yang berkebalikan dari si sanguin dimana manusia bertipe ini cenderung perfeksionis, murung dan pendiam namun sangat cerdas dan analitis. Dan tipe terakhir adalah si phlegmatis yang menurut psikolog di seminar kemaren sih katanya adalah tipe manusia yang menjadi jodohnya semua orang. (Cieee….!!!)

Kalau saya ingat-ingat lagi pengalaman hidup diri sendiri, ternyata saya yang melankolis ini memang paling nyambung berinteraksi dengan orang-orang yang tipenya phlegmatis. Memang bener kata si psikolog, tipe phlegmatis adalah jodohnya semua orang karena dia cocok dengan semua tipe kepribadian. Sangat pengertian, santai namun cukup humoris. Katanya hampir tidak ada pasangan yang salah satunya bertipe phlegmatis apalagi yang dua-duanya tipe phlegmatis yang bertengkar atau konsultasi ke psikolog.

Sementara itu, orang-orang dengan tipe kepribadian koleris sangat tidak disarankan memilih pasangan diluar tipe kepribadian phlegmatis. Bayangkan tokoh perempuan Hela dalam The Avengers; kakak kandung Thor yang tipenya koleris dominan berpasangan dengan Sule; komedian bertipe sanguin. Nggak cocoklah! Bisa-bisa Hela dibikin ngamuk dan kesel setiap hari. Alih-alih nanggepin lelucon pasangannya, mungkin Hela bakalan mengutuk Sule jadi batu. Atau misalnya bayangkan kembali tokoh Hela berpasangan dengan Thanos yang sama-sama koleris. Pasti dari dulu si Thor dan si Loki udah ngungsi ke Planet Bumi karena ada perang dunia di Asgard. Pasangan yang paling cocok untuk tipe koleris adalah tipe phlegmatis. Titik.

Terus gimana dengan tipe melankolis? Kalau yang saya tahu dari seminar kemarin sih, sangat tidak disarankan juga dengan tipe koleris. Karena koleris yang to the point akan sering menyinggung perasaan si melankolis yang sensitif. Misalnya:

Setelah sekian jam milih-milih baju di mall. Terus nyobain di ruang ganti.

Melankolis (Cewek) : “Yang, aku bagus nggak pakai baju yang ini?”
Koleris (Cowok) : “Nggak bagus. Kayak karung.” 

(Nggak niat nyinggung padahal. Cuman to the point)

Melankolis: “Oh..." 

(Dalem hati: Tega banget ya kamu ngehina selera aku...)

*Tersinggung berat– inget terus – berubah murung – dendam sampai kiamat* 

Namun, tidak seketat koleris dalam berpasangan melankolis masih bisa memilih pasangan tipe sanguin dengan syarat sifat sanguinnya tidak terlalu dominan.

Nah, untuk menentukan kalian tipe kepribadian apa secara sederhana, caranya sangat gampang. Cukup siapkan kertas HVS dan pulpen. Lalu penuhi kertas HVS tersebut dengan tulisan kalian (harus terisi hingga bawah) dalam waktu lima menit saja.

Orang-orang koleris akan menulis dengan tulisan yang tajam dan lumayan susah dibaca. Tulisan dengan huruf “b” yang cekung ke dalam. Tidak bulat sempurna.

Sementara orang-orang sanguin akan menulis huruf dengan gaya yang berbeda-beda. Misalnya: Paragraf pertama dia akan menulis dengan huruf arial, paragraf kedua dengan monotype corsiva dan paragraf ketiga dengan times new roman. Intinya, saat menulis orang-orang sanguin tidak konsisten pada satu gaya.

Sementara itu tulisan orang-orang melankolis cenderung berjarak cukup jauh antara satu kata dengan yang lainnya. Karena diantara tipe kepribadian yang lain, tipe melankolis adalah orang-orang yang membutuhkan “me time” paling banyak. Bahkan ketika nanti dia sudah menikah.

Yang terakhir adalah tulisan tipe kepribadian phlegmatis. Bisa dibilang tulisan tipe kepribadian ini adalah yang paling lucu dan rapi diantara tipe kepribadian yang lain. Jika orang-orang ini menulis hurup “b” atau “p” maka bulatannya akan cembung sempurna.

Kira-kira setelah kalian ikutin tes sederhana ini kalian tipe yang mana? Share di kolom komentar dong. Kita ngobrol.

Perempuan Yang Menginspirasi

Tuesday, April 2, 2019

googleimage.search
Hidup di dunia patriarki dengan masyarakat yang masih menggantungkan nasib anak perempuannya pada harta kekayaan laki-laki menjerumuskan para wanita ke dalam mental yang tidak mandiri. Sehingga tujuan hidup mereka saat ini hanya berpusat pada bagaimana caranya menggaet pria kaya agar bisa hidup sejahtera. Tanpa mereka sendiri berniat untuk mengembangkan potensi-potensi lain yang ada dalam dirinya karena yang paling penting adalah menjadi cantik. Fenomena miris ini tidak hanya terjadi di dunia nyata tetapi juga banyak terjadi di dalam alur cerita novel. Para perempuan selalu digambarkan sebagai damsel in distress alias makhluk-makhluk indah menawan tapi lemah tak berdaya yang hanya menunggu untuk diselamatkan laki-laki.

Saya sendiri kurang tertarik membaca novel apabila tokoh perempuannya galau, teraniaya atau baperan. Oleh karena itu, kebanyakan novel-novel roman yang saya baca pasti bergenre klasik. Karena biasanya tokoh perempuan dalam novel-novel klasik itu memiliki karakter yang tangguh, dewasa dan tidak berlebihan. Selain itu alasan lainnya adalah karena dalam roman klasik tokoh perempuannya selalu menang. 

Selama ini perempuan-perempuan tangguh dengan kecenderungan feminisme yang kuat selalu mendapatkan pandangan miring dari masyarakat. Salah satu yang menjadi pemicu munculnya stigma negatif ini adalah pemahaman masyarakat akan feminisme itu sendiri. Bagi banyak orang feminisme adalah menyama-ratakan antara laki-laki dengan perempuan. Sehingga feminisme banyak dibenci terutama oleh kaum pria karena dianggap memicu pemberontakan wanita kepadanya. Yang pada akhirnya menempatkan wanita-wanita tersebut ke dalam situasi yang tidak sesuai dengan kodrat mereka yaitu sebagai lawan laki-laki.

Intinya, feminisme yang banyak dipahami di dalam masyarakat selama ini adalah jika laki-laki sanggup mengangkat puluhan kilo beban maka perempuan juga harus bisa. Dan segala hal yang menempatkan perempuan menjadi sosok maskulin yang membuang kodratnya sebagai wanita yang lemah lembut dan santun. Padahal feminisme bukanlah persoalan fisik semata tetapi lebih kepada persoalan moral.

Jika dikaitkan dengan tokoh perempuan di dalam novel, nyatanya tidak banyak penulis yang mampu menggambarkan perempuan dengan prinsip-prinsip feminisme tanpa membuatnya terlihat seperti laki-laki. Dari novel-novel yang saya baca, hanya ada beberapa tokoh perempuan yang bisa pas sempurna mewakili feminisme dengan definisi yang sudah saya jelaskan di atas tadi. Diantaranya:

1. Elizabeth Bennet - Pride & Prejudice
Dia adalah tipikal perempuan yang mindset perilakunya setingkat lebih modern dibandingkan wanita-wanita pada zamannya (sekitar tahun 1800-an di Inggris) Jika perempuan-perempuan di zamannya sebagian besar tidak suka membaca karena lebih suka bersolek untuk mendapatkan pria kaya, Elizabeth justru berbeda karena dia senang membaca dan mampu mengungkapkan pendapatnya dengan cara yang baik, akurat sekaligus juga cerdas. Padahal di zaman itu perempuan yang mengungkapkan pendapat akan dianggap lancang dan tidak pantas karena hal tersebut bisa menodai citra perempuan pendiam yang banyak diminati laki-laki. Sehingga jika dilakukan akan memperkecil kesempatan mereka untuk bisa menikah.

Selain itu, Elizabeth juga merupakan tipikal perempuan tangguh dengan prinsip feminisme yang kuat. Meskipun sempat tersinggung karena dibilang "berpenampilan lumayan" oleh Mr. Darcy, Elizabeth membalasnya dengan cara yang elegan. Alih-alih menerima ajakan dansa pria itu pada suatu kesempatan berdansa, Elizabeth menolaknya (meskipun pria itu kaya raya dan dikagumi oleh banyak wanita) namun alih-alih tersinggung, penolakan tersebut justru mampu membuat Mr. Darcy terpesona pada kepribadian Elizabeth dan mereview kembali pendapatnya akan diri Elizabeth.

Jika Elizabeth masih hidup hingga sekarang mungkin dia bukan tipe perempuan yang akan ngomong "gapapa" tapi sebenernya dalam hati benci dan terluka. Bukan juga tipe perempuan yang kalau marah bakalan menghukum pasangannya dengan silent treatment. By the way, silent treatment itu jahat banget lho. Elizabeth adalah salah satu tokoh perempuan feminis favorit saya yang selain anggun dan elegan, dia juga ceria, cerdas dan berwawasan.

2. Scarlett O'Hara - Gone With The Wind
Kalau kamu pernah baca novel legendaris Gone with The Wind karangannya Margaret Mitchell pasti nggak asing lagi dengan gadis keras kepala, manja dan tebar pesona bernama Scarlett O'Hara. Mungkin awal baca novelnya kamu bakalan gemas dengan sifatnya yang egois dan penuh tipu daya. Tapi transformasi Scarlett menjadi perempuan dewasa yang tangguh akibat bencana perang betul-betul keren.

Disaat perempuan-perempuan lain banyak yang depresi dan hanya pasrah menunggu bala bantuan karena situasi perang, Scarlett berinisiatif memimpin kelompoknya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Scarlett yang dulu manja sudah tiada. Berganti dengan perempuan yang tangguh dan dewasa. Selain itu, Scarlett juga tetap semangat meskipun harus membangun kembali bisnisnya dari nol yang sempat hancur akibat perang hingga akhirnya dia berhasil mendulang kesuksesan yang besar.

3. Anne Elliot - Persuasion
Disaat banyak perempuan yang gampang baper dan suka bergosip, Anne Elliot mampu menampilkan dirinya sebagai sosok perempuan dewasa yang pandai mengendalikan emosi. Kebayang nggak sih ketika setiap hari harus dihadapkan untuk melihat mantan pacar yang masih dicintai sedang dekat dan diisukan dengan perempuan lain? Apalagi tanpa satu pun orang yang bisa dijadikan teman bercerita. Pastinya sulit dan nggak mudah. Itulah juga yang dirasakan oleh Anne Elliot. Tapi kerennya Anne bisa melewatinya dengan sangat elegan!

Jika Anne Elliot benar-benar hidup di dunia nyata saat ini, pastilah dia bukan tipe perempuan yang akan update status galau di medsos untuk curhat. Bukan pula tipe perempuan yang suka ikut campur urusan orang lain. Semua perasaan pahitnya akan dia telan dan simpan sendiri. Cukuplah Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai tempat dia mengadu dan mengobati diri. Sifatnya yang tenang dan dewasa mampu membuat Anne terlihat lebih tangguh jika dibandingkan dengan adiknya yang hobi bergosip dan mengeluh untuk hal-hal kecil walaupun adiknya tersebut sudah lebih dulu menikah dan punya tiga orang anak.

Meskipun Anne terlihat biasa-biasa saja dengan hidupnya namun sebenarnya dia juga sedang menghadapi masalah yang nggak bisa dibilang gampang. Anne sendiri digambarkan sebagai sosok yang berperangai lembut dan sopan tapi juga dengan kecenderungan feminisme yang kuat pada prinsip hidupnya. Sifat teguh Anne pada prinsipnya ini tidak lantas membuatnya nampak kasar atau terkesan seperti laki-laki. Anne malah tetap bisa terlihat sebagai seorang feminist garis keras meskipun dia seutuhnya berperilaku lemah lembut sebagai seorang perempuan. Jadi, siapa bilang kalau mau jadi feminist itu harus kasar? Mungkin kamu belum pernah kenalan sama Anne Elliot.

Akhir kata semoga kamu-kamu yang masih hidup di dunia nyata bisa mengambil pelajaran lewat kisah hidup perempuan-perempuan tangguh ini. Be fabulous and stay strong! See you!

Playlist Lagu Saat hujan

googleimage.search
Sebagian besar orang pasti akan setuju kalau aktivitas paling menyenangkan di musim hujan adalah selimutan. Dan urutan keduanya adalah dengerin lagu. Terinspirasi dari langit yang sering mendung akhir-akhir ini, saya jadi ingin share beberapa judul lagu yang lumayan nyaman untuk didengarkan jikalau nanti hujan turun. Berhubung banyak orang yang tiba-tiba bisa mendadak kangen kalau lagi hujan dan supaya kamu juga nggak merasa melankolis sendirian, 10 lagu slow dengan lirik yang meaningful ini siap menemani momen indahnya kamu di kala hujan.

1. Unbreak my heart - Toni Braxton (1996)
Bisa dibilang ini adalah lagu masterpiece-nya Toni Braxton. Jarang ada orang lain yang berhasil menyanyikan lagu ini sebagus Toni. Sepanjang saya lihat cover lagu ini lewat YouTube, satu-satunya penyanyi yang menurut saya berhasil bawain Unbreak my heart dengan suara dan penghayatan yang sempurna adalah Seal. Nggak heran juga sih kalau dia bisa nyanyiin lagu ini dengan bagus karena Seal adalah penyanyi soul profesional yang berhasil memenangkan penghargaan Grammy Award satu tingkat di bawah Mariah Carey dan sudah malang-melintang di dunia permusikan sejak lama.

2. My all - Mariah Carey (1997)
Lagu ini dibuat ketika Mariah Carey pulang berlibur dari Amerika latin dan terinspirasi oleh nada-nada musik tradisional disana. Makanya, kalau kamu dengerin lagu ini berasa ada aksen-aksen Meksiko yang terdengar sendu. Pertama kali dengerin lagu ini adalah ketika saya SMA. Ini adalah everlasting song yang selalu ada di playlist saya. Nggak pernah dihapus.

3. Soledad - Westlife (2000)
Kalau kamu lagi sedih karena kehilangan mungkin lagu ini bisa mewakili perasaan kamu yang lagi sendu. Karena lagu ini bercerita tentang kepedihan hati seseorang yang ditinggal mati pasangannya. Sama seperti judulnya yang menggunakan nama khas perempuan latin, lagu ini pun menambahkan unsur latin dalam aransemennya yang cukup terdengar Spanish.

4. You're not from here - Lara Fabian (1999)
Lagu-lagu Lara Fabian dikenal dengan liriknya yang sangat meaningful. Perlu pemikiran yang cukup dalam untuk mengartikannya. Kalau saya baca lirik lagu ini terkadang saya berpikir apa mungkin isinya adalah mengenai ibu yang kehilangan bayinya saat melahirkan? Sampai sekarang saya masih belum nemuin jawabannya. 

5. Fall Again - Glenn Lewis (2002)
Sebenarnya ini adalah lagunya Michael Jackson tapi dinyanyikan ulang oleh Glenn Lewis. Lagu ini menjadi terkenal saat dijadikan soundtrack film layar lebar Maid in Manhattan. Saya agak surprise juga ketika pertama kali tahu kalau lagu ini adalah lagunya Michael Jackson. Nggak nyangka aja Michael Jackson yang biasa nyanyi sambil nge-dance bisa punya lagu yang tipenya sendu melankolis kayak gini.

6. I still believe - Mariah Carey (1999)
Kalau saya dengerin lagu ini entah kenapa bawaannya selalu santai dan happy aja meskipun lagunya slow dan dengerinnya pas lagi hujan. Nggak bikin galau dan melankolis sama sekali. Ngomong-ngomong lagunya tentang apaan sih? Jadi lagu ini bercerita tentang perempuan yang percaya kalau yang namanya jodoh itu nggak akan kemana. Termasuk ketika seseorang yang dia inginkan sebagai jodohnya itu adalah pria yang dulu pernah mampir di hidupnya namun kini berpisah.

7. Sorry seems to be the hardest word - Blue feat Elthon John (2002)
Yang pertama terbayang dibenak ketika dengerin lagu ini adalah betapa aransemennya ciri khas musik-musik awal tahun 2000an banget. Kalau kamu suka musik dengan aliran soul dan R&B tapi nggak mau dicap norak karena dengerin boyband, lagu ini bisa jadi alternatif menarik untuk kamu dengarkan disaat hujan turun karena aransemennya beneran cool dan elegan. Apalagi di lagu ini Blue juga menggandeng musisi kenamaan Elthon John yang suaranya udah nggak usah diragukan lagi.

8. Timeless - Kelly Clarkson feat Justin Guarinni (2003)
Dilihat sekilas dari judulnya aja lagu ini udah kerasa romantis. Apalagi ketika kamu dengerin lagunya secara langsung. Bawaannya jadi melankolis akut dan puitis. Paling pas di dengerin waktu kamu dan dia lagi sayang-sayangnya. Nggak cuma dinyanyikan dalam versi Bahasa Inggris lagu  ini juga dinyanyikan dalam Bahasa Korea.

9. Yesterday - Glee (2013)
Lagu ini sebenarnya adalah milik band legendaris The Beatles. Tapi, kalau kamu ingin mendengarkan lagu Yesterday yang dinyanyikan oleh perempuan maka bisa dengerin lagu yang dicover oleh Glee ini. Fyi, Glee bukanlah nama penyanyi atau band tapi justru nama serial drama musikal yang dulu sempat tayang di Indonesia dan cukup populer. Film ini mengangkat tema-tema yang mendukung LGBT.

10. Sally's song - Corpse Bride (2005)
Patah hati terus sedih karena cinta ditolak mungkin udah biasa. Tapi gimana kalau patah hatinya akibat jadi arwah penasaran karena kamunya meninggal? Lagu yang menjadi soundtrack film kartun Corpse Bride inilah jawabannya. Udah pernah nonton filmnya belum? Menurut saya filmnya nggak menyeramkan sama sekali. Saya justru malah sedih ketika nonton filmnya. Begitu juga ketika saya dengerin lagu soundtrack-nya. Sedikit penggalan liriknya: "And will we ever end up together? No, I think not. It never to become for I am not the one." Sedih nggak sih?

Itulah 10 lagu yang  paling sering saya dengarkan kalau lagi turun hujan. Kira-kira ada lagi yang mau nambahin nggak? Tulis di kolom komentar ya.